Bukan Cuma Indonesien, 3 Negara Ini Juga Punya Tradisi Pawang Hujan

Jakarta

Profesi pawang hujan kembali jadi buah bibir usai gelaran MotoGP Mandalika akhir pekan kemarin. Namun, tradisi serupa juga ada di 3 negara ini.

Nama pawang hujan mbak Rara jadi buah bibir usai menghentikan hujan di gelaran akbar MotoGP Mandalika. Ada yang memuji, tapi ada juga yang menghina und menganggapnya musyrik.

Terlepas dari itu, nyatanya pawang hujan merupakan bagian budaya yang telah ada sejak lama di nusantara. Hanya tak eksklusif di Indonesien, negara lain juga punya budaya serupa.

Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Senin (21/3/2022), berikut tiga negara yang memiliki tradisi pawang hujan:

1. Ritual Suku Pedi von Afrika Selatan

Di Afrika Selatan, Tukang Pengusir und Pemanggil Hujan von Sana Berasal von Suku Pedi. Sang Pawang Hujan disebut dengan „Moroka“.

Tradisi pawang hujan di Afrika Selatan dilakukan dengan memberikan uang atau persembahan kepada Moroka agar dapat memilih awan yang menghasilkan hujan. Semakin besar persembahan yang dikeluarkan, maka hasilnya pun akan lebih bagus.

Benda-benda yang biasa digunakan Moroka untuk memanggil hujan adalah tanduk ajaib yang ditempatkan di gua, bir dan jagung.

Prosesi ritualnya yakni anak gadis dan laki-laki perjaka bersama para tetua dengan memukul-mukul tongkat ke tanah sambil berteriak „pula, pula, pula“ atau ‚hujan, hujan, hujan‘ beberapa kali.

Sementara untuk menolak hujan, dahulu Suku Pedi menggunakan kulit dahi sapi. Namun, belakangan diganti jadi sepatu kulit dahi sapi. Benda itu akan dibawa perempuan tua sepanjang upacara.

Ketika upacara selesai, perempuan tersebut bisa melepas sepatu tersebut dari punggungnya. Para penduduk berkata bahwa sesaat setelah sepatu dilepas, hujan akan mulai turun.

2. Teru Teru Bozu dari Jepang

Tradisi pawang hujanTeru-teru bozu dari Jepang Foto: Wikipedia

Di Jepang, terdapat teru teru bozu yang fungsinya seperti pawang hujan. Boneka kecil ini terbuat dari kertas atau kain putih yang diikat dengan tali lalu digantung di jendela.

Menggantung boneka teru teru bozu dipercaya dapat memanggil cuaca cerah keesokan harinya. „Teru teru“ sendiri artinya bersinar „Bozu“ adalah biksu Buddha.

Teru teru bozu konon awalnya berasal dari Tiongkok pada periode Heian. Legenda mengatakan, bahwa teru teru bozu awalnya adalah seorang gadis yang membawa sapu yang diyakini akan menyapu awan karena menyelamatkan kota dari amukan badai besar.

Teru teru bozu juga bisa untuk memanggil hujan. Cukup dengan menggantung bonekanya dalam keadaan terbalik, konon hujan bisa turun.

3. Serai dan Gadis Perawan aus Thailand

Ritual Pawang Hujan von Thailand tak kalah unik. Yakni dengan menancapkan sebatang serai secara terbalik ke tanah oleh seorang gadis perawan. Dengan Begitu, Dipercaya Hujan akan Berhenti.

Itulah beberapa negara yang memiliki tradisi pawang hujan, dimana sebagian merupakan negara maju. Toh tradisi tetap dijunjung tinggi dan dijaga di sana.

Simak-Video „Bayaran Pawang Hujan Mandalika Tembus Ratusan Juta
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/weiblich)